.:
News
|
Login Email |
/PERISKOP MARKETING
DISAAT KRISIS
Sabtu, 6 Juni 2009
BERBEDA ATAU MATI!
Cara berpikir di luar
kebiasaan terkadang bisa mendatangkan keuntungan.Revolusi cara pandang mungkin
bisa menghasilkan ide-ide baru dalam penciptaan sebuah produk yang diinginkan
konsumen.
Selama bertahun-tahun manajer dan staf pemasaran telah
diberi tahu bahwa jalan untuk menang dan mempertahankan pelanggan adalah
memberikan sesuatu yang orang lain tidak bisa berikan.Mereka juga dituntut untuk
melakukan perubahan, merevolusi, berpikir di luar kebiasaan (outside the box)
yang ada, dan menerobos aturan.
Istilahnya, berbeda atau mati.
Begitulah doktrin yang sering dimasukkan kepada para pelaku pemasaran. Ketika
perusahaan disibukkan untuk bekerja lebih baik, belum tentu juga pelanggan bisa
menerima produk yang dihasilkan. Belum lagi jika ada pelayanan yang dirasa
kurang memuaskan.
Hal ini tentu akan menimbulkan pertanyaan tentang
apakah perusahaan melakukan kesalahan. Barwise dan Sean Patrick Meehan penulis
buku Simply Better: Winning and Keeping Customers yang diterbitkan Harvard
Business School Press menegaskan, kadang ada perbendaan cara pandang antara
pelanggan dan perusahaan.
Karena itu, perusahaan seharusnya
memperhatikan hal-hal yang mendasar dari kebutuhan pelanggan. Tidak harus
melakukan hal yang luar biasa,ada berbagai hal sederhana yang bisa dilakukan
untuk menarik pelanggan. Mereka menyebutnya dengan simple better (sederhana
namun lebih baik).
Langkah sederhana yang bisa dilakukan yaitu
memperhatikan hal-hal mendasar seperti memperhatikan psikologi pelanggan. Kadang
ada perusahaan yang memberikan pelayanan dengan kesan "kasihan" kepada
pelanggan, bukan sebagai penghormatan. Dalam pandangan Barwise dan Meehan, cara
pandang seperti harus diperbaiki di samping tentunya menjaga kualitas pelayanan
lain seperti waktu pengiriman.
Banyak perusahaan yang telah
mengabaikan dasar-dasar kebutuhan seperti itu. Inti dari simple better adalah
pendekatan baru yang menunjukkan gambaran alasan pelanggan membeli apa yang
telah diberikan (servis) perusahaan. Banyak perusahaan yang menyatakan sukses
dalam pemasaran, namun jika diteliti model pemasaran mereka sebenarnya hanya
seperti operator.
Yang lebih penting dari itu adalah bagaimana menemukan hal-hal yang benar-benar
penting dan dibutuhkan konsumen misalnya bagaimana konsumen selalu bisa
memanfaatkan produk. Selain itu adalah komunikasi dengan konsumen sepanjang
produk itu dipakai. Bukan hanya menonjolkan brand dari produk itu.
"Simply better"yang diinginkan kedua penulis ini adalah hal yang berhubungan
dengan hal-hal mendasar serta memastikan bahwa semuaorangterusmengingatapayang
Anda lakukan.Karena kebanyakan perusahaan tidak begitu baik dalam proses
menghormati konsumen. Karena itu, pelayanan merupakan proses yang tiada henti
(never-ending process) sehingga perusahaan tidak bisa mengatakan bahwa pekerjaan
telah selesai dilakukan.
Banyak hal yang bisa diperhatikan tentang
kelangsungan konsumen mendapatkan pelayanan. Contoh yang sering ditemukan
misalnya tentang operator telepon seluler,apakah mereka bisa menggunakan ponsel
mereka di manapun berada (jaringan menjangkau seluruh area). Contoh lain adalah
pompa bensin, apakah bisa didapatkan sepanjang jalanan.
Online CS
PT. TIMBALI
Jln. Moch Kahfi I,Gg Jambu
Rt 007/002 No 15, Kelurahan Cipedak
Jagakarsa - Jakarta Selatan
Anda Dapat langsung Berkomunikasi
dengan Customer Service Kami atau hub No. telp/ Email :
021- 7864119
Konsumen akan kembali
membeli merek yang telah memberikan kepuasan bagi mereka di masa sebelumnya dan
tentunya dengan harga yang wajar (belum tentu termurah). Serta yang perlu
diperhatikan adalah nilai (value) yang mereka dapatkan dengan memakai sebuah
merek.Perusahaan harus memantau kinerja tentang pemanfaat produk oleh konsumen.
Selain itu, perusahaan juga dituntut melakukan inovasi.
Namun, jangan
sampai inovasi yang mereka lakukan menjadi bumerang terhadap produk yang telah
dihasilkan. Sebuah inovasi kadang diinginkan sebagian pelanggan, tetapi rupanya
banyak pelanggan justru tidak menginginkannya sehingga inovasi yang berharap
akan menambah pelanggan rupanya malah membuat pelanggan mayoritas mereka memilih
hengkang ke merek lain.
Tidak dapat dipungkiri kadang konsumen
mengevaluasi produk yang telah mereka gunakan dengan berbagai macam alasan.
Banyak hal yang dipertimbangkan konsumen dalam mengevaluasi sebuah produk. Bisa
dari sisi distribusi, harga, atau pertimbangan lainnya. Kunci untuk memahami
konsumen dan memberikan hal yang terbaik adalah bagaimana terus berhubungan
dengan mereka seperti terus membuka kontak pelanggan.
Tidak hanya
melakukan penelitian pasar secara formal, tapi juga bisa lebih eksekutif dengan
kontak langsung pelanggan. Mereka harus memberikan perhatian khusus dan
mendengarkan ketidakpuasan pelanggan, bukan hanya menampung kepuasan mereka. Di
samping itu perusahaan juga harus awas terhadap para kompetitornya sepanjang
waktu.
Komunikasi akan menciptakan banyak ruang untuk berinteraksi
dengan konsumen secara konsisten dari waktu ke waktu. Berbagai model komunikasi
bisa terus dilakukan. Jika produk perusahaan baik, komunikasi tetap harus
dilakukan.
Begitu juga jika produk perusahaan jauh berbeda,
komunikasi juga terus dilakukan seperti dengan terus beriklan. Perusahaan harus
responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Perusahaan dituntut konsistensi, namun
juga diharuskan fleksibel menangkap gejala perubahan. (abdul malik/islahuddin/
faizin aslam)
Sumber :
Koran SINDO 31 Mei 2009